Kantor Imigrasi Kediri

Cegah TPPO, Imigrasi Kediri Edukasi Pelajar SMKN 2 Jombang dan Kenalkan POLTEKIMIPAS

Home > Cegah TPPO, Imigrasi Kediri Edukasi Pelajar SMKN 2 Jombang dan Kenalkan POLTEKIMIPAS

JOMBANG – Upaya mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terus dilakukan Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Kediri dengan menyasar generasi muda. Kali ini, pelajar SMK Negeri 2 Jombang mendapat edukasi mengenai bahaya TPPO sekaligus informasi mengenai peluang melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Kedinasan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (POLTEKIMIPAS).

Kegiatan berlangsung di Aula SMKN 2 Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (5/8/2026), dan diikuti perwakilan siswa kelas X, XI, dan XII. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan pelajar terhadap berbagai modus perdagangan orang serta membekali mereka dengan pemahaman mengenai prosedur keimigrasian yang aman dan sesuai ketentuan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Kediri, Antonius Frizky Saniscara Cahya Putra, melalui Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (TIKIM), Nasrullah, mengatakan edukasi kepada pelajar merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan dan perlindungan keimigrasian secara langsung kepada masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan edukasi dan perlindungan secara langsung kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar memahami risiko TPPO dan mengetahui prosedur yang benar apabila ingin bekerja atau melanjutkan pendidikan ke luar negeri,” ujar Nasrullah.

Menurutnya, generasi muda perlu memiliki pengetahuan yang cukup sebelum mengambil keputusan untuk bekerja maupun bepergian ke luar negeri. Pemahaman mengenai dokumen perjalanan, prosedur keberangkatan, serta risiko perekrutan nonprosedural dinilai penting untuk mencegah mereka menjadi korban TPPO.

Selain pencegahan TPPO, sosialisasi juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan POLTEKIMIPAS sebagai salah satu pilihan pendidikan bagi pelajar setelah menyelesaikan jenjang sekolah menengah.

“Kami berharap semakin banyak putra-putri daerah yang tertarik bergabung dengan sekolah kedinasan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sehingga lahir sumber daya manusia yang berintegritas dan profesional,” katanya.

Kepala SMKN 2 Jombang, Amiroh, S.Kom., M.Kom., mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar di sekolah tersebut memberikan wawasan baru bagi para siswa.

“Materi yang disampaikan sangat bermanfaat bagi siswa karena memberikan wawasan mengenai pencegahan TPPO serta membuka peluang bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan melalui sekolah kedinasan,” ujar Amiroh.

Dalam sesi materi, Kasubsi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Atika Aryani Saraswati, menjelaskan tugas dan fungsi keimigrasian, layanan permohonan paspor, persyaratan penerbitan paspor, hingga pentingnya menggunakan paspor sesuai dengan peruntukannya.

Para siswa juga mendapat pemahaman mengenai sejumlah modus TPPO, di antaranya pengantin pesanan, program magang fiktif, serta perekrutan tenaga kerja secara nonprosedural. Materi turut membahas faktor penyebab, dampak yang dapat dialami korban, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjerat perdagangan orang.

Sementara itu, taruna POLTEKIMIPAS memperkenalkan profil sekolah kedinasan, mekanisme pendaftaran, tahapan seleksi, sistem pendidikan, hingga gambaran prospek karier sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Antusiasme siswa terlihat saat sesi diskusi. Sejumlah peserta aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari prosedur pembuatan paspor, keberangkatan ke luar negeri secara legal, pencegahan TPPO, hingga proses seleksi masuk POLTEKIMIPAS.

Sebagai bentuk apresiasi, Kantor Imigrasi Kediri memberikan suvenir kepada sejumlah peserta yang aktif dalam sesi tanya jawab. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan plakat sebagai simbol sinergi antara Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Kediri dan SMKN 2 Jombang serta foto bersama.

Melalui kegiatan tersebut, Kantor Imigrasi Kediri berharap pemahaman pelajar mengenai keimigrasian dan bahaya TPPO semakin kuat. Di sisi lain, pengenalan POLTEKIMIPAS diharapkan dapat membuka wawasan generasi muda mengenai jalur pendidikan kedinasan sekaligus kesempatan untuk mempersiapkan diri mengabdi kepada negara.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

More Posts

Share:

Send Us A Message