KEDIRI, 12 Oktober 2026 — Sebelum bisa menjelajahi dunia, anak-anak perlu mengenal apa itu paspor, mengapa pemeriksaan imigrasi diperlukan saat bepergian ke luar negeri, dan bagaimana aturan perjalanan antarnegara harus dipatuhi. Pengetahuan inilah yang diperkenalkan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kediri kepada 165 siswa SDN Jatirejo melalui kegiatan edukasi Immigration Explorer: Esok Siap Menjelajahi Dunia! di Grha Adiwinata, Senin (12/10/2026).
Didampingi 13 tenaga pendidik, siswa kelas I hingga kelas VI mengikuti pembelajaran di luar kelas yang dikemas secara interaktif. Melalui pemutaran video edukatif, pemaparan materi, simulasi pemeriksaan keimigrasian, hingga kuis, para siswa diajak memahami bahwa Imigrasi tidak hanya berkaitan dengan pembuatan paspor, tetapi juga berperan dalam pemeriksaan lalu lintas orang antarnegara, pelayanan warga negara asing (WNA), serta penegakan hukum keimigrasian.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kediri, Antonius Frizky Saniscara Cahya Putra, dalam sambutannya mendorong para siswa untuk terus memperluas wawasan dan pengetahuan sejak dini. Ia juga memperkenalkan pentingnya dokumen keimigrasian dalam perjalanan antarnegara serta peran Imigrasi dalam mengawasi keberadaan orang asing di wilayah Indonesia.
Pembelajaran dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kepala Subseksi Dokumen Perjalanan, Reyli Nuary Reda Prahara, dan Kepala Subseksi Intelijen, Raka Wiraatmaja. Para siswa mendapatkan penjelasan mengenai pelayanan paspor bagi warga negara Indonesia (WNI), proses pemeriksaan keimigrasian di bandara, pelayanan bagi WNA, serta penegakan hukum keimigrasian.
Agar materi lebih mudah dipahami, petugas menjelaskan mekanisme pemeriksaan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI), termasuk dokumen perjalanan dan persyaratan administrasi yang diperlukan saat melintasi batas negara. Penjelasan tersebut diperkuat melalui simulasi langsung bersama sejumlah siswa di atas panggung. Melalui praktik ini, siswa dapat melihat gambaran proses pemeriksaan dokumen perjalanan dan memahami peran petugas imigrasi dalam mendukung kelancaran perjalanan antarnegara.
Suasana pembelajaran semakin meriah ketika sesi kuis digelar. Para siswa berpartisipasi aktif menjawab pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan. Pendekatan interaktif ini menjadi sarana untuk menguji pemahaman siswa sekaligus memperkenalkan tugas keimigrasian dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan usia mereka.
Usai kegiatan, edukasi berlanjut melalui kunjungan langsung ke ruang pelayanan bagi siswa kelas VI. Didampingi Kepala Kantor Imigrasi Kediri, para siswa diajak berkeliling untuk melihat ruang pelayanan paspor dan izin tinggal bagi WNA. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor menjelaskan alur pelayanan serta berbagai fasilitas yang tersedia, sehingga para siswa dapat mengenal lebih dekat proses pelayanan keimigrasian yang selama ini mungkin hanya mereka ketahui secara umum.
Kepala SDN Jatirejo, Moch. Arif Sugiarto, menyampaikan apresiasi kepada Kantor Imigrasi Kediri atas kesempatan yang diberikan kepada para siswa untuk belajar langsung di lingkungan kerja instansi pemerintah. Ia berharap kunjungan tersebut dapat menambah wawasan siswa dan menjadi bekal dalam merencanakan masa depan, termasuk mengenal peluang pendidikan maupun pekerjaan di luar negeri.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat sebagai kenang-kenangan, dokumentasi bersama, serta pembagian makanan ringan kepada para siswa sebelum rombongan kembali ke sekolah. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar.
Sebelumnya, Kantor Imigrasi Kediri juga menerima kunjungan edukasi dari 204 siswa SDIT Nurul Huda pada 8 Oktober 2026 melalui program Immigration Explorer. Melalui kegiatan serupa yang diikuti oleh sekolah berbeda, Imigrasi Kediri terus membuka ruang pembelajaran bagi para siswa untuk mengenal tugas dan fungsi keimigrasian secara langsung. Jika digabungkan, kedua kunjungan tersebut telah memberikan kesempatan kepada 369 siswa untuk memperoleh pengetahuan dasar mengenai keimigrasian melalui pembelajaran di luar kelas.
Melalui Immigration Explorer, Imigrasi Kediri mengajak generasi muda mengenal dunia keimigrasian sejak dini, memperluas wawasan, dan menumbuhkan kesadaran untuk menjelajahi dunia dengan tertib serta taat aturan.



