Pengajian Jumat Pagi: Memaknai Kematian

183

Kematian adalah suatu peristiwa yang pasti terjadi. Dalam kitab Durratun Nasihin, waktu di dunia ini dibagi menjadi 3 yaitu kemarin yang sudah lewat, hari ini dan hari esok.

Pembahasan tentang “Memaknai Kematian” tersebut disampaikan oleh Ustadz Zainal Arifin. S. Ag. dalam pengajian pagi ini, Jumat (19/11). Pengajian yang berlangsung di Masjid Al-Karim Kantor Imigrasi Kediri tersebut diikuti oleh pegawai & PPNPN Kanim Kediri.

Lebih lanjut, untuk mempersiapkan kematian, manusia harus meniatkan setiap aktivitas sebagai ibadah kepada Allah. Dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, manusia harus memanfaatkan waktu sehatnya sebelum sakit. Ada kecukupan sebelum kekurangan, waktu longgar sebelum datang kerepotan serta waktu hidup sebelum datang kematian.

Kematian merupakan suatu hal yang tidak bisa dimajukan maupun dimundurkan, karena merupakan suatu yang sudah ditetapkan oleh Allah. Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian.

Menurut ajaran Islam, pengertian kematian adalah berpisahnya jasad dan ruh. Sedangkan secara ilmu medis, kematian adalah tidak berfungsinya organ-organ tubuh manusia. Amal manusia yang tidak dapat terputus yang dapat dijadikan bekal untuk menghadapi kematian yaitu amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh mendoakan orang tua. Orang cerdas adalah orang yang mempersiapkan hari setelah kematian.

Usai pengajian pagi ini dilanjutkan dengan yasinan & doa bersama untuk mendoakan dua pegawai Kanim Kediri yang telah meninggal dunia yaitu Almarhum Taufik Wijanarko dan Almarhum Awan Priatama. Selain itu juga mendoakan rekan kerja yang tengah di uji sakit oleh Allah agar segera diberi kesembuhan.