Cegah CPMI Non Prosedural, Masyarakat Kepuhdoko Jombang Mendapat Edukasi

150

Jombang. Untuk mencegah pekerja migran illegal & korban Human Trafficking, hari ini Rabu (10/03) diadakan “Sosialiasi Pencegahan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Non Prosedural” yang berlangsung di Kantor Desa Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang, Kabupten Jombang.

Disnaker Kabupaten Jombang selaku penyelenggara acara menghadirkan narasumber dari Kanim Kediri, Polres Jombang, serta Disnaker Jombang. Sosialisasi tersebut dihadiri tokoh masyarakat dan warga setempat.

Narasumber dari Kanim Kediri, Hertina Dinda Permata & Wahyu Indra Tri Setyo, memaparkan tentang tugas, fungsi, dan peran Imigrasi terhadap pencegahan PMI Non Prosedural. Upaya pencegahan tersebut telah dimulai sejak awal; mulai dari pengajuan paspor sampai saat hendak keluar dari wilayah Indonesia di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI).

Narasumber dari Kanim Kediri menekankan bahwa saat mengajukan paspor dengan tujuan bekerja ke luar negeri, CPMI diwajibkan telah memiliki surat rekomendasi kerja dari Disnaker dan ID TKI yang terdaftar. Selain itu, petugas baik di Kantor Imigrasi maupun di TPI senantiasa berhati-hati terhadap berbagai potensi modus operandi akan ke luar negeri dengan dalih berwisata, berkunjung, maupun beribadah Umroh.

Berbagai hal tersebut merupakan komitmen Direktorat Jenderal Imigrasi dalam mencegah CPMI Non Prosedural serta Human Trafficking. Tentunya, upaya pencegahan tersebut tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri baik oleh Imigrasi, Kepolisian maupun Kemenaker. Dibutuhkan kerja sama dan sinergitas yang solid antar instansi serta dukungan dan peran serta masyarakat.

Selain itu, di hadapan perserta sosialisasi, Hetina Dinda Permata juga menyisipkan pesan tentang layanan terbaru dalam pengurusan paspor yaitu Eazy Passport. Kanim Kediri senantiasa menghadirkan kemudahan dalam mengurus paspor yang dapat dilakukan secara kolektif bahkan petugas Imigrasi lah yang akan mendatangi lokasi pemohon.